SEKILAS INFO
: - Rabu, 15-04-2026
  • 5 Tahun Yang Lalu / Jangan Lupa Penerapan 3M,  Memakai masker, Mencuci tangan Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
  • 5 Tahun Yang Lalu / “Hidup adalah sebuah pencarian. Labuhkan pencarian hidupmu hanya pada Yang Maha Kekal, meski penuh pengorbanan. Layaknya pencarian dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang hanif. Selamat hari raya Idul Adha.”
SERBA SERBI GURU KONTRAK DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA MALUKU UTARA (2008-2010) FATMAH INDRAWATI, S.Pd.M.PdI

oleh : Fatmah Indrawati, S.Pd.M.PdI

Melihat gedung MTSN 1 Sanana, tempatku mengajar sekarang ada rasa bangga, aku yang dari kecil punya cita- cita jadi guru dan alhamdulillah sekarang aku seorang guru dan ASN di Kemetertaian Agama Kabupaten Kepulauan Sula. Rasa syukur selalu kupanjatkan atas karuniaNYA dan atas kenekatanku merantau sampai ke wilayah timur Indonesia.

Bagaimana kok bisa sampai Sula ?

Apa yang kucapai sekarang bukan begitu saja kudapatkan tapi diawali kenekatanku pada tahun 2008 silam. Waktu itu aku masih mengajar di SDN Percobaan 2 Malang, temanku kasih info bahwa ada pendaftaran guru kontrak kerjasama Universitas Negeri Malang dengan Pemda Kabupaten Kepuluan Sula dan gajinya besar dengan segala fasilitas yang akan diberikan, dan yang paling penting nanti bisa diangkat menjadi PNS. Tanpa sepengetahuan, temanku Iin Farida Astutik mendaftarkan dirinya, namaku dan mbak Masruroh (sekarang guru di SMA At Thairah Makassar) ke Universitas Negeri Malang untuk ikut program guru kontrak dengan Pemda Kabupaten Kepulauan Sula. Tiba- tiba dapat panggilan wawancara dari kampus. Begitulah ceritanya ikut program guru kontrak. Kita tiga orang yang daftar, orang yang mendaftarkan malah tidak jadi pergi karena tidak dapat restu orng tua. Jadi aku dan mbak Masruroh yang pergi.

Perjalanan menuju Sula

            Berdasarkan kesepakatan dengan pihak Pemda Kabupaten Kepuluan Sula (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dengan pihak kampus Universitas Negeri Malang sebagai perantara guru kontrak kita berangkat naik pesawat. Tapi kenyataannya naik pesawat laut alias kapal laut. Semua guru kontrak kumpul di pelabuhan Tanjung Perak sesuai kesepakatan, ada yang berangkat sama- sama naik bis untuk menuju pelabuhan dan ada yang diantar keluarganya menuju pelabuhan. Saat di pelabuhan suasana sangat ramai dan penuh keharuan untuk yang berpisah dengan keluarganya. Aku termasuk yang berangkat sendiri tanpa sanak keluarga yang antar (sedih). Ternyata dari 39 orang guru kontrak yang berangkat ada 2 pasangan suami istri yang ikut program ini dengan membawa balitanya. Kami waktu itu tak saling kenal, karena semangat mengabdi dan impian masing- masing membulatkan tekad menuju Sula.

Di pelabuhan sangat ramai, rencananya kita akan naik kapal Lambelu. Kami yang sebagian besar belum pernah naik kapal berbagai perasaan berkecamuk, ada yang senang, takut, shock (termasuk diriku). Untuk naik ke atas kapal butuh perjuangan harus berdesak- desakan, aku ingat waktu itu ada teman yang menangis karena takut dan shock. Kita naik kapal Lambelu dengan tiket kelas ekonomi, dimana dalam satu deck ratusan penumpangnya.

Perjalanan menuju Ternate dengan kapal Lambelu butuh waktu 5 hari perjalanan. Selama perjalanan kita singgah di pelabuhan- pelabuhan besar yang ada di Indonesia. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagiku. Ternyata Indonesia itu luas dan beranekaragam, tiap singgah di pelabuhan kita jadi tahu makanan khas daerah lain, misalnya di pelabuhan Bau-bau, aku beli makanan yang namanya suami (hehehe suami kok dijual) merupakan makanan khas suku Buton yang terbuat dari singkong dan bentuknya kerucut, biasanya dimakan sebagai penganti nasi.

Akhirnya sampailah pelabuhan Ternate setelah kurang lebih 5 hari dalam perjalanan kami harus menginap semalam sambil menunggu kapal yang ke Sula. Ternyata masih naik kapal lagi padahal kepalaku sudah bergoyang- goyang akibat naik kapal Lambelu.

Perjalanan berlanjut dengan naik sebuah kapal yang menuju Sula, kami naik sore hari dan sampai ke Sula pada pagi hari. Setelah semalam di lautan akhirnya sampailah pada tanah Sula yang asing bagi kami.

Bertemu tante di Sula

            Pagi hari kami menginjakkan kaki pertama kali di Kabupaten Kepulauan Sula saat itu tahun 2008, ada kelegan akhirnya sampai juga. Kami disambut pihak Pemda Kabupaten Kepulauan Sula, naik bis Damri menuju rumah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk acara penyambutan. Setelah penyambutan kami dibagi tempat tinggal sementara sebelum ketempat tugas, ada yang tinggal di penginapan, ada yang tinggal di rumah pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Aku yang termasuk tinggal di salah satu rumah pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Bapak Ismid Umasangadji (almarhum). Ternyata istrinya juga orang jawa namanya Jumaiyah. Setelah beberapa hari tinggal di rumah beliau cerita punya cerita ibu Jumaiyah juga orang Lamongan, tapi  dia besar dan sekolah di kota Ambon ikut kakaknya yang tentara yang tugas di sana. Aku pun penasaran dia lamongan mana, ternyata Desa Tanjung, Kecamatan Lamongan. Tanjung juga merupkan kampungku. Aku inisiatif telpon keluarga di lamongan kenal Jumaiyah dan nama orang tuannya, ayah jawab kenal dan masih saudara. Ternyata ibu Jumaiyah saudara sepupu jauh dari ayahku.  Memang kuasa Allah SWT punya rencana sungguh diluar nalar kita sebagai manusia, pas datang pertama kali di Sula ketemu saudara satu darah.

Mengajar di SMAN 1 Sanana

Akhirnya aku dapat tempat tugas mengajar di SMAN 1 Sanana, sebelumnya menurut Pak Ismid tempat tugasku di Taliabu atas permintaan istrinya aku diusahakan mengajar di Sanana (KKN)

  1. Menghadap Kepsek SMAN 1 Sanana

Hari pertama di SMAN 1 Sanana aku menghadap kepsek Pak Jamaludin Yoisangadji, beliau menyampaikan segala hal tentang SMAN 1 Sanana dan menanyakan pengalamanku selama mengajar di Jawa. Dan akhirnya aku diberi kepercayaan mengajar TIK dan diperbantukan mengajar Ekonomi yang merupakan jam mengajar kepsek.

  1. Waktu Indonesia bagian Sula

Hari pertama masuk mengajar, sesuai arahan kepsek tentang jam masuk guru dan pegawai mulai jam 06.30 WIT, akupun ikuti arahan dan sampai di sekolah tepat waktu. Astagfirllah jam 06.30 WIT pas aku sampai di sekolah, ternyata gerbang sekolah masih digembok dan masih sunyi tak ada satu orang pun. Terpaksalah aku menunggu, dan mulai jam 07.00 WIT baru satu persatu siswa dan guru muncul. Ternyata di sini waktu yang tertulis dengan pelaksanaannya berbeda.

  1. Kebiasaan di sekolah yang bikin shock

SMAN 1 Sanana merupakan sekolah favorit di Kabupaten Kepulauan Sula. Kebiasaan yang bikin aku heran dan shock waktu itu adalah guru mengajar membawa rotan (kayu) dan kayu itu digunakan untuk memukul siswa yang nakal/ tidak tertib. Aku bilang direkan- rekan guru siswa bukan binatang yng harus dipukul tapi jawaban yang kudapat adalah ini Maluku ibu kalau siswa tidak dipukul mereka akan melawan dan tidak menghargai kita sambil mereka ketawa. Dan kulihat saat itu siswa terbiasa dengan rotan. (Alhamdulillah kebiasaan ini sekarang sudah mulai berkurang)

Siswa biasa keluar masuk kelas langsung nylonong walaupun ada guru dikelas tanpa bilang permisi. Dan salah satu menyebabkan mereka keluar masuk adalah meludah di luar kelas (bagiku kebiasaan meludah sangat tidak sopan). Aku ingat waktu itu aku bilang ke para siswa “kalian tahu sapi tidak?, sapi itu kalau masuk halaman orang langsung masuk tanpa permisi, karena mereka tidak diberi akal dan pikiran, itu yang membedakan kita manusia dengan sapi, berarti kalau kalian keluar masuk kelas tanpa permisi berarti kalian adalah ?”Para siswa serentak bilang “sapi” sambil tertawa. Akhirnya ketika jam pelajaranku mereka kalau mau keluar masuk kelas selalu minta ijin karena tidak mau ku ganti namanya menjadi sapi.

Kurangnya minat siswa akan membaca waktu itu juga menjadi pemikiranku. Siswa rata- rata tidak memiliki buku panduan, mereka mengandalkan catatan yang diberikan guru, beda dengan tempatku mengajar sebelumnya dimana siswa bisa memiliki lebih dari penerbit untuk satu mata pelajaran. Aku pernah membuat modul untuk pelajaran TIK agar memudahkan siswa dalam belajar.

  1. Sarana yang ada di Sekolah .

Karena sekolah favorit termasuk lengkaplah sarana yang ada di SMAN 1 Sanana saat itu dibandingkan dengan sekolah lainnya di Kabupaten Kepulauan Sula. Gedung sekolah yang banyak kelas walaupun bangunan tua menurutku, ruangb kepsek, ruang wakasek, ruang guru, perpustakaan, laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, Aula. Yang aku komentari saat itu tentang laboratorium computer karena berkaitan dengan mata pelajaran yang ku ampu. Laboratorium Komputer ada tapi selama itu siswa hanya diberi teori saja, kalau mereka mau praktek harus ikut les computer yng dibuka di sekolah. Saat itu tahun 2008 kemampuan computer siswa bisa dibilang kurang, sekedar mengoperasikan mouse saja mereka masih takut.Akhirnya atas ijin kepsek aku buka laboratorium dan kasih praktek siswa komuputer walaupun sekedar mengetik di word. Saya ingat waktu itu pak Jamal bilang silakan dimanfaatkan fasilitas yang ada daripada computer rusak karena tidak dipakai lebih baik rusak karena siswa pakai. Itulah yang membuatku semangat mengajar karena dukungan dari pimpinan.

 

  1. Rekan- rekan guru seprofesi

Alhamdulilah teman-teman guru saat itu baik semua walaupun masih ada juga yang iri , gajiku besar 2 juta, beda dengan guru honor daerah maupun guru honor sekolah. Rata- rata guru yang ada adalah guru senior yang punya pengalaman lebih dariku. Aku banyak belajar dari mereka terutama tentang karakter siswa Maluku yang berbeda jauh dengan siswa yang ada di Jawa.

Ujian Nasional di Kabupaten Kepulauan Sula

            Ujian nasional di Kabupaten Kepuluan Sula sama saja dengan pelaksanaan di daerah lain, tapi ada satu hal yang mengiris dan menyayat idealisme sebagai seorang guru. Banyak tanggapan dari rekan- rekan guru kontrak tentang ujian nasional ini, ada yang marah , menangis dan ada yang balik ke Jawa. Aku termasuk yang tetap bertahan dengan prinsipku sendiri. Ada puisi yang kutulis tentang pelaksanaan ujian nasional dalam kurun waktu sebagai guru kontrak di Sula pernah ku buat status di FB tahun 2010.

Diam

Diam ???????

Dalam diam ada kepiluan

Dalam diam menangis tersedu- sedu

Dalam diam hati kecil memberontak

Dalam diam mencoba mencerna

Apalah daya sebutir pasir berjalan ditengah lautan lepas ?

Hanya diam yang bisa dilakukan

Diam bukan berarti tak bereaksi

Pasti akan tiba masanya ….

Waktunya diam …

Waktunya teriakan nyanyian hati ….

Oh Robbi Yang Maha Bijak …

Bimbinglah hambaMU ini dalam diam

Sanana, 27 Februari 2010

Guru Kontrak Oh Guru Kontrak Nasibmu

Aku baru tahu kalau guru kontrak tahun 2008 itu sejatinya kami (39 orang) akan ditempatkan pada 1 sekolah sebagai percontohan sekolah di Kabupaten kepulauan Sula tapi kenyataannya sebelum kami datang para kepala sekolah datang meminta jatah guru kontrak untuk ditempatkan dimereka sekolah. Dan akhirnya menyebarlah kami guru kontrak di seluruh pelosok sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula sampai di pulau Taliabu.

Kedatangan kamipun juga dapat sambutan negative generasi muda Sula yang sarjana. Pernah ada kejadian kami di demo oleh mereka, dan mereka datang ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menuntut kenapa ambil tenaga mengajar dari Jawa sedangkan anak- anak Sula sendiri banyak yang sarjana. Waktu itu dipanggilah salah satu dari mereka dan ada teman yang waktu itu ada urusan di kantor, terus ditanyalah anak yang demo tadi kamu bisa bikin ini dan itu dia bilang tidak bisa, lalu dipanggillah temnku untuk membuat yang disuruh dan dia bisa bikin, akhirnya pegawai diknas bilang di anak yang demo tadi itu kamu tau mengapa kami ambil guru kontrak dari  Jawa.

Gaji kami memang besar 2 juta rupiah perbulan kalau untuk ukuran kami saat itu di Jawa besar, padahal setelah hidup di Sula dengan harga barang yang tinggi bila dibandingan Jawa jadi sama saja. Awal mula gaji kami terima lancar lama kelamaan susah, tiap mau ambil gaji kami seperti mengemis- mengemis datang ke dinas pendidikan bilang besok, dan besok. Kalau yang di dalam kota tidak masalah datang tiap hari ke kantor diknas tapi kasihan teman – teman yang tugas di desa terpencil apalagi di Taliabu, betapa besar perjuangan untuk mendapatkan hak setelah menjalankan tugas.

Berdasarkan kontrak kami sebagai guru kontrak selama 3 tahun, dan kemungkinan bisa diperpajang. Setelah 3 tahun memang kontrak kami diperpanjang tapi gajinya turun jadi 1,5 juta dan juga direkrut lagi guru kontrak lain. Aku sendiri tidak ikut memperpanjang kontrak selain gajinya jadi kecil juga pemalas kalau mesti mengemis- gemis gaji yang seharusnya menjadi hak kami. Aku dari awal tahun 2010 juga berhonor di MTSN 1 Sanana mengajar  IPS Terpadu, selain itu pertengahan tahun 2010 juga mengabdi di STAI Babussalam Sula mengajar matakuliah Akuntansi, Ekonomi Makro, Statistik. Na Berdasarkan pengalaman mengajar di Sula yang paling berkesan adalah jadi dosen di STAI Babussalam Sula karena sesuai dengan keilmuanku dan juga aku berkesempatan melajutkan S2 ke IAIN Ternate.

Nasib teman- teman seperjuangku pun bernekaragam yaitu; tetap melanjutkan perpajangan guru kontrak yang akhirnya sebagian diangkat PNS; ada yang ikut tes CPNS di Ambon, Namlea, Kemenag, IAIN Ternate, tes CPNS di Sula dan dapat; ada juga yang kembali ke Jawa. Bersambung…

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

Simulasi USBK

MTs Negeri 1 Sanana Akan Melaksanakan Les Bahasa dalam menunjang kemampuan Interpersonal skill

MTs Negeri 1 Sanana melaksanakan Penilaian Akhir Semester akhir bulan November